Juli 16, 2024

Batusangkar – Humas | Sabtu, 6 Juli 2024 pukul 10.00 WIB, Ketua Kamar Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI YM Prof. Dr. H. Yulius, S.H., M.H. beserta rombongan tiba di Gedung Indo Jolito Batusangkar. Kedatangan beliau dijemput oleh KPN Batusangkar dan disambut baik oleh Bupati, KPT Padang, WKPN Batusangkar beserta jajaran dan Forkopimda Tanah Datar.

Ketua Kamar TUN Mahkamah Agung RI kembali datang ke Batusangkar dalam rangka pelaksanaan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mushalla Tigo Batua Nagari Parambahan. Di tengah-tengah tantangan pemulihan pasca bencana, Mahkamah Agung Peduli menunjukkan komitmen untuk memperkuat semangat dan harapan masyarakat dengan melakukan pembangunan fisik dan memberikan perhatian pada pendidikan anak-anak yang terdampak bencana.

Setiba di Gedung Indo Jolito Batusangkar, acara dimulai dengan ramah tamah, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kondisi dan penanganan bencana oleh Kadis Komimfo Tanah Datar, penyerahan bantuan dari Mahkamah Agung RI dan sumbangan dari Hakim Tuah Sakato (Hakim Minang seluruh Indonesia) oleh YM Prof. Dr. H. Yulius, S.H., M.H., makan bersama dengan para korban yang terdampak bencana Kabupaten Tanah Datar, kemudian menuju ke lokasi Nagari Parambahan yang disambut oleh wali nagari dan tokoh masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Mushalla Tigo Batua dan penandatanganan prasasti oleh YM Prof. Dr. H. Yulius, S.H., M.H. Pada kesempatan tersebut, Prof. Yulius menyampaikan keprihatinannya terhadap bencana banjir bandang yang terjadi di Nagari Parambahan yang mengakibatkan banyak rumah yang hanyut termasuk mushalla tempat beribadah masyarakat.  

“Kami keluarga besar Mahkamah Agung RI turut prihatin atas bencana banjir bandang di Tanah Datar. Setelah menerima informasi ada mushalla yang hanyut di Nagari Parambahan, kami berniat untuk membangun kembali dengan biaya yang berasal dari donasi bersama Hakim-Hakim Indonesia dan berkoordinasi dengan pimpinan daerah dan Wali Nagari. Alhamdulillah, hari ini kami hadir untuk meletakkan batu pertama pembangunan kembali Mushalla ini, ” ungkapnya.

Prof Yulius menambahkan bahwa berdasarkan RAB pembangunan Mushalla ini menghabiskan biaya sekitar Rp 165 juta, ditambah untuk kelengkapan diantaranya karpet, sound system, taman dan lainnya dengan total Rp 200 juta.

“Hari ini langsung kami serahkan biaya pembangun Mushalla Tigo Batua sebesar Rp 200 juta kepada Wali Nagari untuk langsung dibangun, ” sampainya.

Selain itu, MA juga membantu tabungan biaya pendidikan bagi anak korban banjir bandang sekitar 120 orang masing-masing menerima Rp 1 juta ditambah tas sekolah dan dari Dharmayukti Karini 50 pcs mukenah.

Terakhir, Prof Yulius juga membantu anak korban banjir yang hafiz yang hafal surat As Sajadah untuk diberangkatkan umroh dengan keluarga atas nama Ilyas Awalludin siswa kelas 8 MTsN 6 Batusangkar anak dari pasangan Awalludin dan Nuryasni.

Tidak itu saja, MA juga memberikan bantuan uang tunai kepada petani penggarap lahan di Nagari Baringin, Limo Kaum dan Nagari Cubadak yang terdampak bencana banjir bandang.

Sementara itu Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar MA RI dan Hakim Indonesia beserta jajaran yang sudah membantu warga Tanah Datar korban pasca banjir bandang.

“Kami pemerintah daerah Tanah Datar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuannya. Dengan dibangunnya Mushalla Tigo Batua, tentunya ini akan menambah semangat warga kami untuk beribadah. InsyaAllah, Mushalla ini nantinya akan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk shalat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya, ” kata Bupati.

Hal senada juga disampaikan Tokoh masyarakat setempat Miswardi Jalinus. Atas nama seluruh warga Parambahan khususnya Jorong Tigo Batur, dia menyampaikan terima kasih kepada MA RI yang telah berniat untuk membangun kembali Mushalla Tigo Batur yang hanyut akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. “Kami masyarakat Parambahan sangat gembira dan terharu MA RI membangun kembali Mushalla Tigo Batur yang sebelumnya hanyut terbawa arus galodo yang telah berusia 30 tahun tersebut, Semoga semua amal kebaikan dan ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan Insyaallah kami akan memanfaatkan Mushalla ini dengan sebaik-baiknya, ” ucapnya.